Sabtu, 21 Mei 2016

Tentang Kita

Senin, 18 April 2016,
Anniversary
Aku tidak tahu, harus dari mana menceritakan semua hal tentang kita. Dari awal kita bertemu, ketika kita saling mengenal, kita mulai saling akrab dan sampai pada hari ini kita memiliki sebuah cinta yang semakin menyatukan kita. Hari ini adalah hari dimana hubungan kita berjalan dua tahun. Tidak terasa yah, kita sudah bersam-sama dan menjalin kasih selama dua tahun. Saat ini dihari anniversary hubungan kita yang kedua, aku sedikit teringat saat awal kita memulai hubungan ini. Saat itu tanggal 18 April 2014 kita meresmikan hubungan kita ini setelah 7 bulan kita saling mengenal sebagai teman yang akrab.
Aku tidak pernah menyangka sebelumnya bahwa pertemuan pertama kita didepan kantin kampus di Jalan Soka Denpasar itu pada 3 Oktober 2013 merupakan awal kita mulai dipertemukan oleh Tuhan. Aku yakin bahwa pertemuan kita adalah jalan Tuhan karena dalam dunia ini tidak ada yang kebetulan, semuanya sudah dirancang oleh Maha Pemilik Semesta, kita hanya menjalankan scenario yang sudah dibuat. Saat itu aku dan kamu dikenalkan oleh seorang teman yang ternyata adalah teman lamamu saat kalian SMA dulu. Sungguh suatu kebetulan, aku semakin percaya bahwa memang ini adalah jalan Tuhan untuk mempertemukan kita berdua. Bayangkan saja kita adalah orang asing, kita berasal dari pulau yang berbeda, suku dan adat yang berbeda pula, tapi dengan tanpa sengaja kita bertemu dan mulai akrab. Benar memang mungkin ini adalah jalan Tuhan.

Hari ini dihari yang special untuk kita berdua, untuk pertama kalinya aku menuliskan tentang kita berdua dan aku benar-benar sedang merenungi semua pertemuan kita dari awal hingga saat ini. Tahukah kamu? Aku mencintaimu, sungguh aku mencintai segala hal yang ada padamu, semakin hari perasaan cinta ini semakin besar untukmu. Percayalah ini bukan kata-kata lebay atau gombalan semata, tapi ini adalah luapan perasaan cintaku untukmu. Kamu adalah makhluk yang Tuhan kirimkan untukku, aku percaya itu dan aku berharap memang seperti itu. Aku mencintaimu hanya itu kata yang aku ucapkan dihari special kita berdua ini.

Rabu, 27 April 2016

KAJIAN FEMINISME LIBERALIS DAN SOSIALIS PADA NOVEL HIJAU KARYA AGNES JESSICA

KAJIAN FEMINISME LIBERALIS DAN SOSIALIS PADA
NOVEL HIJAU KARYA AGNES JESSICA

Oleh Selvina Rambu Hada Rewa

Agnes Jessica merupakan salah satu novelis terkenal dan bestseller di Indonesia. Sudah begitu banyak karyanya yang diterbitkan oleh penerbit terkenal seperti PT Gramedia Pustaka Utama, Grasindo, Primanata Publishing dan beberapa penerbit terkenal lainnya. Dalam beberapa karya yang ditulis oleh Agnes Jessica, ia banyak mengangkat kisah yang tokoh utamanya adalah seorang perempuan, dengan kata lain ia banyak membicarakan tentang keperempuanan. Salah satu karya Agnes Jessica yang akan dibahas dalam artikel ini adalah Hijau. Dalam novel ini terdapat dua kajian feminisme, yaitu feminisme liberalis dan sosialis. Namun secara keseluruhan kajian feminisme yang ada dalam novel ini lebih banyak mengenai feminisme liberalis. Dimana feminisme liberalis membicakan mengenai kedudukan perempuan dan laki-laki yang setara, karena dalam novel Hijau ini pengarang menggambarkan Galuh sebagai sosok perempuan yang dapat diandalkan, banyak pekerjaan laki-laki yang ia lakukan dibandingkan  adiknya Dwi yang merupakan seorang laki-laki. Galuh seorang yang bekerja keras, ia memiliki mimpi yang besar sampai ia mendirikan sebuah rumah sakit. Hal ini menggambarkan bahwa bukan hanya laki-laki saja yang bisa melakukan hal yang besar tetapi perempuan juga bisa melakukan.
Alkisah, ada sebuah keluarga kecil yang tinggal di dusun Karang Mulyo, dusun terpencil yang ada di sebelah barat Yogya. Keluarga kecil ini terdiri dari Suroto (bapak), Sulastri (ibu), Galuh (anak ke-1, perempuan), dan Dwi (anak ke-2, laki2). Keluarga ini hidup dari menjual emping, dan yang biasa menjualnya adalah Galuh, dengan bersepeda ia menjual emping ke tempat yang ramai. Dari awal cerita ini sudah dapat dilihat adanya kajian feminisme liberalis, dimana Galuh sebagai anak perempuan ia yang harus berjualan emping untuk membantu kehidupan keluarganya. Jadi tidak hanya laki-laki saja yang bekerja untuk meningkatkan taraf ekonomi keluarga tetapi perempuan juga bisa melakukannya. Dibandingkan adiknya yang seorang laki-laki galuh lebih gigih untuk bekerja. Dapat kita lihat pada halaman 08 dalam percakapan Galuh dan adiknya Dwi.
gundu dari mana Dwi?” tanyanya
nemu.”
jangan nyolong” Bentaknya
ora, ini aku nemu” kata anak berusia enam belas tahun itu.
sudah gede, mestinya kamu bantu aku jualan.” Gerutunya “main terus
            Tindakan Galuh yang sigap seperti laki-laki tidak saja terlihat karena ia bekerja keras dan membantu keluarganya, tetapi dapat dilihat dalam tindakannya yang lain. Contoh saja ketika ibunya mengalami sakit tiba-tiba dirumah, saat itu ayahnya tidak pulang ke rumah dan hanya ada Galuh dan adiknya. Dwi begitu panik saat itu tetapi Galuh tidak, saat itu juga ia mengambil keputusan. Dalam percakapan Galuh dan Dwi pada halaman 44 terlihat tindakan Galuh,
Dwi jaga ibu, aku mau beli obat penurun panas di tokoh obat” katanya memutuskan
bapak dimana?” Galuh tidak tahu dimana ayah berada tapi ia yakin ayahnya pasti ada di
kubukan, dan galuh tidak mempermasalahkan hal itu.
mbak nggak tahu, pokoknya kamu jaga ibu. Aku nggak lama” dengan bersepeda ia pergi ke toko obat. Dalam percakapan antara Galuh dan Dwi dapat terlihat tindakan Galuh yang sigap seperti laki-laki. Biasanya perempuan yang tinggal dirumah dan laki-laki yang keluar untuk mencari, tetapi dalam penggambaran tentang Galuh tidak seperti itu, ia melakukan hal yang biasa dilakukan oleh laki-laki. Disini tergambar jelas adanya feminisme liberalis bahwa perempuan setara dengan laki-laki dapat melakukan hal yang sama.
            Feminisme liberalis dalam novel Hijau dapat terlihat pada halaman-halaman selanjutnya seperti penggambaran secara langsung oleh penulis. Yang pertama terlihat pada halaman 68, “ya memang, Galuhlah kini yang menjadi tumpuan keluarga. Ibunya sudah tiada. Ayahnyapun lepas tangan. Sekarang dialah kepala keluarga”.
Pada pernyataan ini jelas tergambar bagaimana peran kepala keluarga yang dilakoni oleh laki-laki tetapi dapat dilakoni oleh perempuan juga. Selanjutnya dalam halaman yang sama penulis menggambarkan lagi sosok Galuh yang mengandung feminisme liberalis, “lagi-lagi kenyataan menyadarkannya bahwa dalam keadaan begini, jenis kelamin tidak menjadi patokan. Yang ada cuman dia”. Pada pernyataan ini jelas sekali maksud pengarang bahwa jenis kelamin laki-laki atau perempuan tidak ada bedanya dalam menjalankan perannya. Perempuan juga bisa melakukan apa yang dilakukan oleh laki-laki. Tidak berhenti disitu saja, feminism liberalis juga terlihat pada halaman 194 dalam percakapan tokoh.
“apa ini?”
“gajiku, kau simpan saja. Aku sudah ambil sedikit buat ongkos.”
“lho buat mbak saja”
“nggak. Kamu harus pegang uang juga. Gajimu disinikan kecil”. Dalam percakapan Galuh dan Dwi dapat terlihat tindakan Galuh yang memberikan uang pada adiknya laki-laki,  padahal biasanya laki-laki yang lebih banyak berpikir dan memberikan uang pada perempuan. Sangat jelas si pengarang mau mengatakan bahwa perempuan juga bisa berlaku bijak seperti seorang laki-laki dan bertindak seperti laki-laki. Dalam hal ini dapat dikatakan bahwa laki-laki dan perempuan memiliki kedudukan yang setara.
Selain feminisme liberalis, dalam novel Hijau juga dapat ditemukan feminisme sosialis. Dimana feminisme sosialis membicarakan mengenai seorang perempuan yang berusaha untuk memperbaiki kondisi ekonomi dan perubahan dalam keluarga. Keterangan yang berhubungan dengan feminisme sosialis dapat kita lihat dalam halaman 93 pada percakapan Galuh dan Dwi,
kalau laku, hasil penjualannya kita pakai buat ongkos ke Jakarta” Dwi terdiam dan mencerna ucapan kakaknya. “betul juga, kak. Tapi kakak yakin?” Galuhpun mengangguk mantap. Dalam percakapan ini jelas sekali bahwa Galuh yang merupakan tokoh perempuan berjuang untuk merubah roda kehidupan mereka. Hal yang serupa juga terlihat pada halaman 330 pada pernyataan “Galuh sedang membayangkan bagaimana rumah sakit yang akan dibangunnya nanti” dalam pernyataan ini tokoh Galuh memiliki mimpi bahwa ia akan membangun rumah sakit, ia sedang memikirkan untuk memperbaiki kehidupan mereka yang miskin.
            Dalam novel Hijau ini Agnes Jessica menempatkan Tokoh Galuh sebagai tokoh utama. Pengarang menggambarkan tokoh utama sebagai sosok wanita yang kuat, segala hal yang dilakukannya terlihat seperti seorang laki-laki. Tokoh utama digambarkan memiliki mimpi yang besar, seorang yang bekerja keras, bijaksana dan menjadi tulang punggung dalam keluarganya. Pengarang memandang sosok Galuh sebagai wanita yang dapat mencerminkan kesetaraan antara laki-laki dan perempuan, bukan saja laki-laki yang dapat melakukan tindakan yang besar tetapi wanita juga bisa seperti itu. Selain tokoh Galuh yang digambarkan sebagai sosok yang kuat, pengarang juga menempatkan beberapa tokoh wanita yang lainnya seperti Sekar yang profesinya sebagai penginjil, Cheryl yang berprofesi sebagai dokter kulit, Vaya yang merupakan wanita karir. Dalam peranan masing-masing tokoh perempuan yang ada, pengarang ingin menyatakan bahwa saat ini perempuan juga bisa bekerja seperti seorang laki-laki. Pengarang juga berharap bahwa melalui karya sastra dapat mencerminkan realita bahwa saat ini perempuan dapat disetarakan dengan laki-laki.
Jadi berdasarkan analisis novel Hijau karangan Agnes Jessica ini secara keseluruhan isinya mengandung kajian feminisme liberalis. Tetapi dalam beberapa percakapan dan keterangan yang ada di dalamnya kita dapat menemui feminisme sosialis yang masing-masingnya sudah diberikan keterangan pada pembahasannya. Dalam pembahasan tentang kajian feminisme yang ada, kita dapat melihat kajian tersebut bukan saja dari percakapan yang diucapkan tokoh tetapi melalui keterangan secara langsung dari pengarang dan profesi dari masing-masing tokoh wanita yang ada dalam novel. Jadi dalam novel ini kita mendapatkan dua kajian feminism, yaitu liberalis dan sosialis.  

Daftar Pustaka: Jessica Agnes. Hijau. 2010. Jakarta: Pustaka Hermon

  http://miefthaa.blogspot.co.id/2009/06/biografi-agnes.html                                                                                                             

Kamis, 17 Desember 2015

Analisis Film Biola Tak Berdawai

ANALISIS FILM “BIOLA TAK BERDAWAI”




A.    Identitas Film
1.      Produser                : Sekar Ayu Asmara, Afi Shamara
2.      Sutradara               : Sekar Ayu Asmara
3.      Penulis Skenario    : Sekar Ayu Asmara
4.      Pemain                  : Dicky Lebrianto, Jajang C NoerNicholas Saputra, Ria
  Irawan
5.      Genre Film            : Drama
6.      Rumah Produksi   : PT Kalyana Shira Film

B.     Resume Film
Film ini menceritakan tentang seorang wanita yang bernama Rinjani (31 tahun). Ia meninggalkan kota kelahirannya, Jakarta untuk mengubur masa lalu yang kelam dan keinginannya untuk menjadi seorang penari balet. Rinjani pernah diperkosa oleh seseorang dan pernah mengandung lalu mengaborsi bayi dalam kandungannya. Ia pindah ke Yogya dan tinggal di rumah yang diwariskan oleh neneknya. Di rumah itu ia jadikan sebagai rumah asuh bagi anak-anak tunadaksa yang tidak dikehendaki kelahirannya oleh orangtua mereka. Di rumah asuh tersebut, Rinjani di bantu oleh seorang dokter anak yang bernama mbak Wied (40 Tahun) yang terkadang sering meramal dengan kartu-kartunya. Mbak Wied juga memiliki masa lalu yang kelam, ketika ia masih kecil ibunya adalah seorang pelacur dan sering malakukan aborsi apabila ia kebobolan. Mbak Wied sangat sakit hati dengan kelakuan ibunya. Hal itulah yang membuatnya ingin menadi dokter anak, karena mengingat dosa yang telah dilakukan ibunya.
Dalam rumah asuh tersebut, hampir setiap hari ada anak-anak yang meninggal dunia. Rinjani selalu merasa kehilangan. Namun ada seorang anak dalam rumah itu yang paling disayangi oleh Rinjani, yaitu Dewa, ia terlahir dengan jaringan otak yang rusak berat. Selain itu, dia juga mempunyai kecenderungan autisme dan penyandang tuna-wicara. Tubuhnya kerdil, kepalanya selalu tertunduk ke bawah dengan pandangan mata yang hampa. Tetapi Rinjani selalu mengajaknya bicara, jalan-jalan dan memperlakukannya layaknya orang normal.
Pada suatu hari ketika Rinjani mencari Dewa, menemukan anak itu sedang memegang peralatan balet yang ia simpan dalam sebuah kotak. Lalu dipakainya sepatu itu dan dia menari untuk Dewa. Dewa mendadak mengangkat kepalanya untuk yang pertama kalinya. Berpikir bahwa musik dan tari kemungkinan adalah terapi yang tepat untuk Dewa, Rinjani mengajak Dewa menonton sebuah resital biola. Di sinilah Renjani berkenalan dengan BHISMA, mahasiswa jurusan musik berusia 23 tahun yang tengah memperdalam biola. Mulai malam itu Rinjani dan Bhisma mulai bersahabat. Bhisma sangat kagum dengan Rinjani yang mendedikasikan dirinya untuk merawat anak-anak dan begitu menyayangi anak-anak cacat tersebut. Bhisma melihat Dewa dan bayi-bayi cacat lainnya sebagai ciptaan Tuhan yang indah tapi tidak diberkati dengan kehidupan yang berguna. Seperti sebuah biola yang tidak ada dawai-dawainya. Pada suatu ketika, Bhisma memainkan biolanya, mengiringi Rinjani yang menari balet. Untuk kedua kalinya, Dewa mengangkat kepalanya seolah mengagumi apa yang dilihat dan yang mungkin didengarnya. Rinjani dan Bhisma begitu bahagia akan hal tersebut, merekapun berpelukan. Saat tersadar, Rinjani mendorong Bhisma. Ia sangat marah dan tidak bertemu lagi dengan Bhisma.
Di rumahnya, Bhisma menciptakan lagu untuk Rinjani dan Dewa, namun lagu itu tidak pernah selesai dan ia begitu depresi. Iapun menemui Rinjani di rumahnya dan menunjukkan not-not lagu yang ia tuliskan. Suatu hari Bhisma mengajak Rinjani untuk dating ke tempat pertunjukan ia bermain biola. Namun sampai selesai, Rinjani dan Dewa tak kunjung dating. Bhisma sangat kecewa dan akhirnya ia pergi menemui Rinani namun ia hanya bertemu dengfan mbak Wied, lalu ia mendengar kabar bahwa Rinjani telah tiada, selama ini ia mengidap kanker Rahim karena dulu ia pernah melakukan aborsi. Bhisma sangat terpukul akan kabar tersebut. Suatu hari Bhisma bersama Dewa ke pemakaman Rinjani, di sana ia bermain biola sebagai persembahan terakhirnya untuk Rinjani. Dan terjadilah suatu hal yang mengejutkan, Dewa mengangkat kepalanya dan mengatakan “Dewa sayang ibu”.


C.    Unsur Intrinsik Film
1.      Tema                     : Tentang Cinta dan pengabdian
2.      Amanat                 : Ada beberapa pesan moral yang dapat kita petik dari
  film tersebut:
1.      kita sebagai manusia yang terlahir dengan normal hendaknya tidak menghina dan merendahkan saudara kita yang terlahir kurang sempurna.
2.      kita juga tidak boleh menyerah dalam berusaha dan menjalani cobaan hidup karena suatu saat keajaiban akan terjadi untuk menolong kita.
3.       Pesan tersirat lain dari film ini adalah jangan pernah melakukan aborsi, karena tindakan itu akan menyeret kita ke dalam penyesalan dan dosa yang mendalam, serta dapat merusak kesehatan dann membahayakan nyawa yang kita punya.
3.      Alur                       : Alur yang digunakan adalah alur maju.
4.      Penokohan                        : 1. Rinjani       : Penyayang dan Rendah hati
  2. Bhisma      : Baik dan mudah bersahabat
  3. Wied         : Misterius tetapi wataknya baik
  4. Dewa         : Tidak dapat di ketahui karena ia
  mengalami autisme
5.      Lattar                    : 1. Lattar Waktu : waktu di tahun 1990-an
  2. Latar Suasana: sedih dan mengharukan
  3. latar tempat    : Kota Yogya
6.      Sudut Pandang     : Pengarang sebagai pengamat

D.    Unsur Ektrinsik Film
1.      Psikologis  : dalam cerita ini melibatkan psikologis dari tokohnya. Seperti Rinjani dan Wied yang memiliki masa lalu yang kelam sehingga merubah hidup mereka
2.      Sosial         : dalam cerita ini tersirat tentang maraknya aborsi, pembuangan bayi dan pelacuran.


Selasa, 01 Desember 2015

Soal Pilihan Ganda tentang Pronominia, verba materia/tingkah laku, konjungsi,imperatif, deklaratif dan interogatif dalam teks prosedur kompleks.


Pilihan Ganda untuk kelas X:
Pilihlah salah satu jawaban yang benar menurutmu dengan cara melingkari jawaban tersebut.

Perhatikan teks prosedur kompleks di bawah ini untuk menawab soal nomor 1 dan 2 !
Langkah-langkah:
1. Datanglah ke kantor tata usaha di sekolah Anda.
2. Mintalah blanko kartu pelajar kepada petugas yang berjaga.
3. Isilah data yang tertera pada blanko dengan jujur dan benar.
4. Setelah selesai mengisi, serahkanlah blanko kepada petugas.
5. Kemudian Anda akan memasuki ruang pengambilan foto.
6. Setelah melakukan pengambilan foto kartu pelajar akan jadi kurang lebih 2 minggu.

1.      Kata ganti kepemilikan yang dapat digunakan untuk mengganti kalimat sekolah anda pada langkah nomor 1 adalah….
a.       Sekolah milik anda
b.      Sekolah kamu
c.       Sekolah milik kamu
d.      Sekolahmu
e.       Anda sekolah

2.      Kata ganti orang kedua tunggal yang cocok untuk menggantikan kata anda pada petunjuk nomor 5 pada teks diatas adalah….
a.       Dirimu
b.      Kau
c.       Kamu
d.      Engkau
e.       Dikau

Perhatikan teks prosedur kompleks di bawah ini, untuk menawab soal nomor 3 !
Cara Menghidupkan Komputer
1.      Pastikan semua komponen komputer telah tersambung dengan benar termasuk penggunaan arus listrik.
2.      Periksa keyboard, mouse dan monitor telah tersambung pada port yang benar
3.      (……….) tombol power pada UPS dan stabilizer (jika ada), kemudian tekan tombol power pada monitor dan CPU, Tunggu proses booting berjalan sampai selesai.
4.      Setelah proses booting selesai akan tampil dekstop  dan kursor pointing berbentuk anak panah menandakan proses booting sudah selesai dan komputer siap digunakan.

3.      Lengkapilah petunjuk nomor 3 yang kosong di atas dengan menggunakan verba material yang tepat !
a.       Gunakan
b.      Sambungkan
c.       Masukkan
d.      Tekan
e.       Pilih

Perhatikan teks di bawah ini untuk menawab soal nomor 4 dan 5 !
Cara Membuat Nasi Goreng
1.      Siapkan wajan dan tuangkan minyak goreng secukupnya, lalu panaskan minyak dengan api sedang.
2.      (……….) minyak panas masukan bawang merah, bawang putih dan cabai hingga matang dan menimbulkan bau harum.
3.      Masukan bahan pelengkap sesuai selera anda, aduk hingga merata dan matang.
4.      Masukan telur dan orak-arik hingga matang.
5.      Masukan nasi putih dan aduk hingga tercampur dengan semua bahan.
6.      Tambahkan saus tomat, garam, merica hingga semua tercampur rata.
7.      Jika telah (……….) bau harum dan sudah matang, angkat nasi dan sajikan di atas piring.
8.      Agar nasi goreng telur spesial terlihat menarik sebaiknya hias dengan irisan tomat atau yang lainnya sesuai dengan selera Anda.
9.      Nasi gorengpun siap untuk dihidangkan.

4.      Verba tingkah laku yang dapat digunakan untuk melengkapi langkah nomor 7 pada teks di atas yang tepat adalah….
a.       Tercium
b.      Terasa
c.       Terlihat
d.      Ternyata
e.       Terhidang

5.      Konjungsi subordinatif yang cocok digunakan untuk melengkapi petunuk nomor 2 pada teks di atas adalah….
a.       Sebelum
b.      Lalu
c.       Setelah
d.      Kemudian
e.       Selanjutnya

Perhatikan teks di bawah ini untuk menawab soal nomor 6 dan 7!
Cara Membuat Brownies Coklat Kukus
1.      Pertama, mixer beberapa bahan seperti telur, gula dan SP hingga mengembang dan memutih kira-kira selama 15 menit.
2.      Setelah itu, masukan serta (……….) coklat bubuk, tepung terigu dan juga baking powder sambil diaduk-aduk terus menggunakan mixer.
3.      Setelah adonan diatas tercampur masukkan mentega cair sambil diaduk rata. Namun aduk secara manual jangan gunakan mixer.
4.      Selanjutnya memasuki coklat kemudian terus diaduk. Apabila dirasa sudah rata, masukkan adonan ke dalam loyang dengan ukuran 25x25 dan kukus selama kurang leih 20 menit atau hingga matang.
5.      Setelah matang, angkat dinginkan dan potong-potong kemudian sajikan.

6.      Kalimat imperatif yang cocok digunakan untuk melengkapi bagian petuuk nomor 2 pada teks di atas adalah….
a.       Campurkan
b.      Diamkan
c.       Oleskan
d.      Taburkan
e.       Aduklah

7.      Kalimat imperatif yang tepat untuk menggantikan kata memasuki pada petunjuk nomor 4 adalah….
a.       Masukilah
b.      Memasukan
c.       Masuki
d.      Masukkan
e.       Memasuki

Perhatikan teks berikut untuk menjawab soal nomor 8 !
 Langkah -langkah Mengurus Paspor
1.      Datang dahulu ke kantor imigrasi. Bisa datang ke kantor imigrasi yang tertera pada KTP kita atau datang saja ke kantor imigrasi terdekat.
2.      Kemudian anda beli formulir permohonan. Formulir permohonan ada di loket yang sudah disediakan, isi dengan lengkap formulir tersebut sesuai dokumen yang anda miliki dan bawalah dokumen yang asli.
3.      Serahkan formulir yang telah diisi ke loket pendaftaran.
4.      Setelah itu ambil tanda terima dan jadwal foto serta pengambilan sidik jari. Untuk pengambilan sidik jari dan jadwal foto bisa datang pada hari berikutnya jika nomor antrian anda masih lama.
5.      Apabila anda sudah foto dan mengambil sidik jari, maka anda akan sampai pada tahap wawancara dengan menunjukkan dokumen asli.
6.      Setelah tahap wawancara selesai, langkah selanjutnya adalah membayar buku paspor dan menandatangani buku paspor serta minta informasi kapan jadwal pengambilan paspor yang sudah selesai.
7.      Pada saat tanggal yang telah ditentukan, kita dapat datang kembali ke kantor imigrasi untuk mengambil paspor yang telah jadi. kebiasaan dalam seminggu paspor baru anda sudah selesai dan bisa sudah diambil.

8.      Kalimat deklaratif yang tepat untuk menggantikan kalimat “kebiasaan dalam seminggu paspor baru anda sudah selesai dan bisa sudah diambil” pada petunuk nomor 7 adalah….
a.       Kebiasaan dalam seminggu paspor baru anda sudah selesai dan bisa diambil.
b.      Biasanya dalam waktu seminggu paspor baru anda sudah selesai dan bisa sudah diambil.
c.       Biasanya dalam seminggu paspor baru anda sudah selesai dan dapat diambil.
d.      Biasanya dalam waktu seminggu paspor baru anda sudah selesai dan dapat diambil.
e.       Kebiasaan dalam waktu seminggu paspor baru anda sudah selesai dan dapat diambil.

9.      Kalimat pertanyaan yang jawabannya ada pada teks di atas adalah….
a.       Dimanakah tempat membeli materai?
b.      Dimanakah tempat mengambil formulir permohonan?
c.       Berapakah jumlah uang yang dibutuhkan untuk mengurus paspor baru?
d.      Berapa lembar fotokopi KTP yang diperlukan?
e.       Berapa banyak dokumen yang harus ditandatangani?

10.  Kalimat Tanya di bawah ini yang tidak memiliki jawaban pada teks di atas adalah….
a.       Kantor apakah yang pertama kali dikunungi saat mengurus paspor baru?
b.      Pada saat apa dilakukan wawancara?
c.       Dimanakah tempat mengambil formulir permohonan?
d.      Berapa kali melakukan foto?
e.       Berapa hari lamanya paspor dapat diambil?